Selasa, 13 Desember 2016

Universitas Paling Nge Hitzzz se Indonesia

Biaya Kuliah Di Unair Surabaya

Fenomena alam pengangguran yang kian menjamur di Indonesia memang bukanlah hal baru lagi. Kurangnya lapangan kerja dan kondisi ekonomi masyarakat sendiri memang menjadi faktor utama mengapa pengangguran ini sangat menjamur. Bahkan banyak opini yang mengatakan “Percuma kuliah mahal-mahal, toh akhirnya nganggur” ya.. status pengangguran ini juga dialami para lulusan mahasiswa. Melanjutkan sekolah ke jenjang kuliah sangat berguna untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam membentuk karakter diri. Kuliah tak sama halnya dengan sekolah SD, SMP, SMA/SMK. Kuliah lebih menuntut kita untuk berpikir lebih rasional dan mandiri dalam memecahkan problematika hidup. Ya.. Setidaknya level kecerdasan Anda akan semakin meningkat jika menimba ilmu dalam sebuah Universitas ini. Hehe

Meskipun kuliah tidak menjamin anda dapat sukses, bukan berarti anda bisa memutus ilmu tingkat ini. Ya! Jangan! Sungguh anda akan menyesal jika tidak melanjutkan pendidikan di tingkat ini. Kuliah akan mengajarkan anda banyak hal. Membentuk pribadi yang lebih cerdas dan mampu menghadapi dunia luar pastinya.

Menimba ilmu di tingkat ini akan memberikan anda pelajaran hidup yang luar biasa! Setidaknya disini anda akan memperoleh ilmu dan koneksi yang lebih lebar. Anda memiliki celah untuk membentuk kesusksesan anda sendiri.

Saya sendiri sih dari dulu emang pingin kuliah, ya.. “Cari lah ilmu sampai ke negeri Cina” ini memang benar kudu diterapin, belajar soal ilmu masak, baca, atau ketrampilan tertentu emang bisa dan gampang aja di lakukan secara otodidak, tapi tanpa arahan dan bimbingan? Ini masalah besarnya, apalagi orang Indonesia sendiri tipikal orang males tanpa adanya tekanan! Yup.. Serius itu saya banget, rasanya ogah belajar ini itu, ngelakuin ini itu tanpa karena suatu alasan terdesak dan imbalan tertentu. Hehe

Kalau ditanya pengen kuliah dimana dan masuk jurusan apa sih, pinginnya ya masuk universitas UNAIR. Banyak juga saudara dan temen-temen yang masuk Univ itu, apalagi mereka sering cerita kalau UNAIR itu blablabla, pengajarannya blablabla, terus dosennya cakep-cakep, intinya semua yang bikin saya ngiler udah di komat kamitin ketelinga saya biar masuk Univ itu.

Kalau Ditanya Masuk Jurusan Apa?

Udah terlahir dari keturunan engineer kali ya jadi pengen masuk sistem informasi.. Hehehe

Menurut opini saya sendiri sih, semakin lama kehidupan ini memang terus berkembang. Kemajuan teknologi sudah tidak bisa ditandingi dan hal ini memang berdampak positif buat kehidupan. Nggak perlu panas-panasan, keliling nyusahin diri sendiri, cuman perlu duduk depan PC terus ngoding udah dapet uang. Mangkanya aku pengen banget bisa menimba ilmu di UNAIR terus masuk prodinya yang Sistem Informasi. Ya.. pengen banget gitu memperdalam ilmu soal ngoding dengan dosennya yang cakep. Udah tau kan betapa kayanya pendiri Facebook? Kalau saya punya ilmu sejenius itu terus sukses, pasti udah bisa bahagiain orang tua terus bangun istana sendiri.

Emang Sih Prodi Favoritnya Unair Itu Kedokteran, Apa Gak Pengen?

Iya benar!!! FK UNAIR emang udah jadi dambaan semua orang, bahkan dalam lubuk hati saya, saya sendiri juga pingin masuk FK UNAIR.

Jadi Dokter itu uangnya banyak terus manfaatnyajuga banyak buat orang. Nggak heran juga sih kalau masuk FK ini susahnya minta ampun, apalagi nggak cuman otaknya aja yang dituntut pinter, tapi kita juga kudu punya modal besar.

Menurut saya sih jadi dokter itu pekerjaan mulia, bisa bantu orang-orang nyembuhin penyakit. Apalagi Dokter sekarang udah beda sama jaman dulu, sekarang orang-orang yang jadi dokter pasti sukses, pasti berduit.

Syukur-syukur bisa masuk dari salah salah satu ke dua prodi ini saya pasti sangat bersyukur..

Punya Bakat Nulis? Yuk Ikutan Lomba Ngeblognya Unair



Web

Mungkin ini juga faktor yang bikin UNAIR jadi Univ paling favorit dan didambakan banyak orang, nggak cuman ngasih pengajaran yang bagus buat mahasiswanya, UNAIR juga sering mengadakan acara-acara lomba-lomba berhadiah kayak ini. Kali ini saya juga ikutan lomba UNAIR kontes blogging, ya cuman nulis di blog mengenai kesan kita di UNAIR bisa berkesempatan dapetin HP keren, Iphone SE, Oppo F1 Selfie Expert, Asus Zenfone 2. Yuk ikutan juga lomba ini sebelum 22 Desember 2016, kunjungi aja http://bpp.unair.ac.id/ketentuanlomba/ untuk informasi lengkap lomba.

Ditulis Oleh:


Nama : Aisyah Quinta Evelina
No.Tlp : 0838 5742 4452
Alamat : Perum. Istana Mega Asri Blok D-82 RT 28 RW 01 Sumokali, Candi - Sidoarjo
Fb : Elinaquinn
Twitter : @aisyahevelina
Instagram: @elinaquinn

Sabtu, 13 Desember 2014

Hindari Kebiasaan Ini Saat Wajah Anda Berjerawat


Saat muncul jerawat, tak sedikit wanita yang langsung mencoba berbagai macam cara untuk mengatasinya. Ada yang mencoba berbagai pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan alami, ada juga yang langsung bikin janji dengan dokter kulit. Apapun yang dilakukan wajar kok, karena setiap wanita pasti menginginkan kulit yang sehat dan bersih. Namun, saat jerawat tak kunjung hilang, ada baiknya cek beberapa hal berikut ini. Mungkin ada yang tanpa disadari terlewat dari perhatian Anda selama ini.

1. MEMBERSIHKAN MUKA DENGAN TELITI

Salah satu penyebab munculnya jerawat adalah banyaknya kotoran yang menumpuk di dalam pori-pori. Entah Anda beraktivitas di luar ruangan maupun tidak, menggunakan makeup atau tidak, debu atau kotoran bisa sampai ke dalam ruangan. Jika tercampur dengan minyak alami yang diproduksi kulit, kombinasi ini bisa menyebabkan pori-pori tersumbat dan berpotensi menimbulkan jerawat.

Idealnya, kita perlu membersihkan wajah di pagi dan malam hari. Anda yang menggunakan makeup, gunakan makeup remover seusai beraktivitas untuk mengangkat makeup terlebih dulu, kemudian gunakan cleanser yang mampu membersihkan kulit. Nah, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan cleanser yang dipakai. Pilih cleanser yang soap-free, bisa membersihkan kulit tanpa membuat kulit terasa kering atau tertarik.

2. PILIH PRODUK YANG PUNYA KANDUNGAN UNTUK MELAWAN JERAWAT

Ada beberapa kandungan yang terbukti ampuh mengatasi jerawat. Di artikel ini, Anda bisa melihat penjelasan untuk masing-masing kandungan seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, dan glycerin yang punya manfaatnya tersendiri untuk jerawat. Nah, pilih toner, serum, pelembap, dan spot treatment dengan kandungan yang bisa melawan jerawat. Karena tiap kulit bisa memberi reaksi yang berbeda, coba untuk sesuaikan dengan kebutuhan kulit Anda dan lebih aware dengan perubahan yang terjadi. Jika merasa kulit jadi terlalu kering, beri jeda pemakaian menjadi dua atau tiga hari sekali.

3. HINDARI FACE SCRUB UNTUK SEMENTARA WAKTU

Bagi Anda yang sedang berjerawat, hindari menggunakan face scrub untuk sementara, terlebih di saat jerawat sedang meradang. Menggunakan face scrub dapat membuat jerawat semakin meradang dan kulit semakin kering. Kulit yang semakin kering justru memicu produksi minyak yang berlebih, lho. Lalu bagaimana cara mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk tanpa face crub? Coba alternatif lain seperti menggunakan acid exfoliant (Anda bisa mencoba BHA) yang lebih lembut dan efektif untuk kulit berjerawat. Kalau kulit sudah terlanjur terasa panas, perih, atau iritasi, gunakan face spray yang bisa menenangkan dan menyejukkan kulit.

4. SABAR

Kalau bersangkutan dengan kesehatan dan kondisi kulit, hampir tidak ada sesuatu yang instan. Apalagi kalau kita berbicara tentang jerawat. Karena bagaiamanapun, kita tidak bisa membandingkan produk skincare dengan produk makeup yang begitu diaplikasikan langsung terlihat seperti apa hasilnya. Butuh kesabaran untuk mengenal kembali kebutuhan kulit, mencari tahu penyebab jerawat, dan memilih produk yang sesuai. Produk perawatan kulit biasanya butuh waktu beberapa minggu sampai hasilnya mulai terlihat. Coba konsisten dulu dengan satu rutinitas skincare yang Anda jalani, dan tunggu beberapa minggu untuk mengetahui hasilnya ya.

Kamis, 09 Januari 2014



Memakai headset atau headphone adalah hobi banyak orang di masa kini. Lihat saja orang-orang di tempat umum, jika sendirian atau sedang menunggu orang lain, mereka sering memakai headset atau headphone. Hati-hati ya, ada bahaya jika Anda memakai headset dengan cara tidak benar.


Gangguan Pendengaran

Headset yang dipakai dengan suara kencang sering menyebabkan gangguan pendengaran. Jika dipakai dalam waktu yang cukup lama, biasanya ada rasa mendengung atau suara denging di dalam telinga. Hal ini akan hilang dengan sendirinya, namun jika sering dilakukan, bisa terjadi kerusakan pendengaran yang lebih parah.

Kerusakan Pendengaran Permanen

Dari poin pertama, selain rasa tidak nyaman pada telinga, penggunaan headset dengan suara keras dapat merusak pendengaran permanen. Anda bisa kehilangan fungsi pendengaran pelan-pelan dan tuli. Karena itu, kurangi volume headset Anda, jangan terlalu kencang.

Kerja Otak Terganggu

Selain gangguan pendengaran, memakai headset dengan suara kencang dapat menyebabkan gangguan kerja otak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Komite Emerging and Newly Identified Helat Risk menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari penggunaan headset bisa merusak kerja otak. Walau belum memberi hasil yang pasti, hal ini bisa jadi rambu-rambu agar Anda tidak sering memakai headset.artikel terkait

Minggu, 09 Juni 2013

Tukang Kayu sing Ragu-ragu



Ana pemburu sing kasil manah menjangan ning alas, banjur menjangan digendong arep digawa mulih. Ndilalahe neng tengah ndalan dheweke weruh Gajah lemu sing lagi leyeh-leyeh ning ngisor wit gori. Pemburu ngetokke tombak banjur nginceng Gajah lemu kuwi.  Ananging  sakdurunge tombak dioncalake, Gajahe tangi,  marani Pemburu terus nggubet awake pemburu nanggo tlalene.

Si Pemburu  diangkat banjur dioncalake sak kayange ngantek keceblung jurang. Nanging sakdurunge kontal, tombake pemburu sempat ditancepke ning jantunge Gajah.  Si Pemburu mati kejegur njurang,  nanging Si Gajah uga mati amarga jantunge kena tombake Pemburu.
Ora sakwetara suwe ana tukang golek kayu, jenenge Prendis sing mara ndana arep negor wit gori. Weruh ana bangke Menjangan lan Gajah dheweke dadi gumun. Wasan mikir-mikir dheweke ngira menawa Gajah lan Menjangan mesthi wae bar kerengan terus loro-lorone mati.
Prendis pengen nggawa bali sungune Menjangan lan gadinge Gajah. Nanging dheweke ora kuwat  nggawa loro-lorone. Kudu milih salah siji.  Saiki Prendis bingung arep milih sing endi.  Sungu Menjangan apik banget nek dadi pajangan ning ngomah, nanging gading Gajah payu larang nek di dol ning kutho.

Prendis wira-wiri  ndelok menjangan, bar kuwi marani Gajah. Bingung nimbang-nimbang endi sing luwih nguntungake menawa digawa bali. Saking bingunge dheweke wira-wiri kawit awan nganti sore ora iso mutuske.
Wayah lingsir wengi dumadakan ana suara Macan sero banget. Ayake Macan wis tangi turu terus ngambu ana daging sing siap dipangan. Prendis wedi banget krungu suara macan, banjur mlayu njrantal bali ning ndesane.  Dheweke ora sida nggawa Sungu Menjangan utawa  gading Gajah amarga ketungkul ragu-ragu (Undil-2012).


Tresna Kang Pinilih
Wiwit jam telu sore mau adik-adik sing isih padha sekolah ana SD lagi padha sinau ngaji ana masjid ing desaku. Atiku seneng banget nyawang bocah-bocah kang padha sregep anggone nyinau marang ngilmu agama. Aku kang kajibah mulang bocah-bocah iki pancen wis caket banget mung kaya dene mbakyu lan adhi. ” Dik, ngajine wektu iki semene dhisik ya, sesuk sore di lanjutake maneh!, kandhaku marang bocah-bocah. ” Enggih mbak ”, jawabe bocah-bocah nuli padha nglumpukake buku ngajine. Sabanjure lawang serambi masjid nuli tak tutup ditutup supaya ora ana reget kang bisa mlebu. ” Mbudhe kula pareng rumiyin ”, kandhaku marang budheku kang daleme ing ngarep masjid iki. ” O, iya ndhuk, wis rampung ta ngajine, ngati ati ya. ” Inggih budhe ”, jawabku tumuli mlaku metu saka plataran masjid tumuju ndalan kang ing kono wis nunggu pit onthelku sing rada tua. Lan nalika aku lagi arep nggenjot pit­ku, “Dhik Aisyah, piye apa lali janjine wingi?” ana swara kang nyeluk jenengku. Mak dhek rasaning atiku amarga aku wis apal marang swara iki. ” Mas Adi ta! kaget aku mas! Mas Adi nyawang aku kanthi beda sajak ana kang diarep-arep kang wis suwe dianti-anti. ” Wah piye ta dhik, apa lali karo janjimu wingi?” Tak telpon sliramu ora ngangkat. ” Aduh nyuwun pangapunten mas, mbok menawi wingi kula nembe mboten wonten.” Sejatine aku ya mung geguyon karo mas gun, merga aku isin lan dheg dhegan jroning atiku nalika mas gun nyeluk jenengku.
Ngene lho dhik, aku mau dolan neng omahmu, nanging sliramu ora ana ndalem. Apa mas? mas Adi menyang ngomahku? trus ketemu karo ibu? Aku kaget banget amarga ibu ngendika manawa suk malem minggu bakal ana tamu saka ibu Lina kenalane ibuku. Ngendikane ibu Lina bakal nggawa foto putrane sing bakal dikenalake karo aku. Wah, ibu mesthi bakal duka karo aku amarga mas Adi nate dolan neng ngomah. ” Dhik, ana apa ta! kok meneng wae ”. mas Adi takon maneh. ” Oh, ora kok mas! ora ana apa-apa ”. ” Emm mas, ibu wau ngendika napa? ” Aku takon karo mas Adi. ”Ora ngen­dika apa-apa kok , mung ibu ngendika matur nuwun diparingi oleh-oleh, terus…mas Adi mandheg anggone ngendika. ” Terus napa mas? ” aku nyoba nggacar ngendikane mas Adi. ” Terus..anu dhik, jan-jane sliramu kuwi duwe rasa seneng ora ta karo aku? ” Mas Adi terus ganti takon marang aku. Aku bingung lan meneng wae. Jroning ati aku ngudarasa apa ibu ora ngerti yen priya sing ana jroning atiku iku mas Adi. Kamangka ibu wis kebacut manteb karo pilihane ibu yaiku mas Bagas lan percaya yen priya sing bakal ditepungake marang aku sawijining priya kang tanggung-jawab lan wis mapan.
Aku bingung ora wani nya­wang mas Adi, atiku rasane ora karu-karuan, rasane kaya kudu njerit nanging aku ora kuwawa ngomong apa-apa karo mas Adi. Mung amplop siji sing isih ana njero tasku dadi seksi rasaning atiku. ” Dhik! aku njaluk ngerti sing satemene, apa sing mbok kandhakake bakal tak tampa ”. ” Aku bingung mas kudu piye ”. Aku nyoba nyauri pitakonane mas Adi. ” Marga apa dhik? apa sliramu wis ora tresna maneh karo aku? Mas Adi saya banter anggone takon. ” Yo wis, Aku bakal nampa apa wae sing bakal mbok kandhakake. Aku mung bisa ndhingkluk, ora krasa mripatku kembeng-kembeng ora suwe ana banyu kang tumetes neng pangkonku. Aku nangis ana ngarepe Mas Adi. Aku ora ngira yen mas Adi bakal nagih apa kang nate ditakokake marang aku jawaban telung wulan kepungkur. Yen aku ngomong karo mas Adi, babakan pilihane ibu, banjur kepiye mas Adi, mesthi bakal gawe gelo. Nanging yen ora takaturke, uga bakal ora prayoga tembe mburine. Ibu wis bakal nepungake aku karo mas bagas.
Janjiku marang mas Adi telung sasi kepungkur, yen wis rampung jejibahanku neng kantor aku bakal menehi jawaban karo masa Adi. Mas Adi nate ngendika supaya aku gelem dadi sisihan­e. Nanging ibuku wis duwe pilihan liya kang bakal ditepungake marang aku yaiku mas Bagas. Karo ndredeg ora karu-karuan aku mulungake layang marang mas Adi. Mas Adi gage mbukak amplop lan maca isine. Rasane kaya arep semaput mirsani mas Adi pasuryane mbrabak lan gemeter kabeh tangane. Pancen aku ora gelem duwe sesambungan karo priya nganti tekan titiwancine aku omah-omah. Eling ngendikane ibu manawa sesambungan karo priya kang durung wancine iku malah bakal gawe ruwet pikir lan durung mesti bakal langgeng sesambungane. Sanajan sajatine aku uga seneng karo mas Adi priya sing prigel, grapyak lan sregep sholat. Wanita kudu bisa njaga ajining diri, ora gampang kagodha.
Lagi wae mas Adi rumangsa rada tenang, dumadakan adikku nyeluk saka kadohan. ” Mbak, ditimbali ibu! ” celuke adiku rada banter. ” Iya dhik,” aku nyauri kanti gemeter. Ibu mesthi bakal duka babagan mas Adi. Aku mlayu rada kesusu karo dheg-dhegan ora genah. Nanging wis kadung kebacut, aku kudu ngadhepi dukane ibu. Semono uga mas Adi nuli nututi aku neng buriku. Aku banjur mlebu neng njero omah lan ibu wis lungguh ana kursi karo nyekel amplop. ” Aisyah, coba mrene, ibu arep ngendika! coba Adi celuken mlebu mrene. Gage aku metu lan nyeluk mas Adi. ” Mas, ditimbali ibu! ”. Mas Adi mlebu sajak rada gugup, semono uga aku. ” Wonten menapa bu?” aku takon maneh. Iki ana amplop sangka ibune Bagas coba bukaken apa isine. Atiku saya ora karu-karuan nampa amplop kang diasto ibu, tak bukak, lan isine ana foto, tambah kaget maneh barang aku nyawang foto iku, jebul foto sing ana njero amplop iku ora liya fotone mas Adi. Ana jenenge Adi bagaskoro, ora liya iku ya mas Adi ya mas Bagas. Atiku kaya siniram banyu wayu sewindu bareng weruh isi amplop iki. ” Mas Adi, mas Adi! ” aku mbengok tanpa kepikir, saking senengku. Jebul priya pilihane ibu uga priya sing tak karepake lan tak tresnani. Aku lan mas Bagas sungkem ana ngarsane ibu. Ibu ngestoni kowe kabeh muga-muga bisa bebrayan kanthi ayem tentrem. Matur nuwun gusti saha ibu saking sedaya kanugrahanipun.


Lumpur Porong, Kudu Dimangerteni Dhisik


Ora ana sing ngira, sumembure lumpur ing areal penambangan Banjar Panji I duweke PT Lapindo Brantas ing Porong, Sidoarjo, bakal kedawa-dawa kaya saiki. Lumpur kang maune –wiwit 28 Mei 2006– mung ndledek cilik ing omahe salah siji pendhudhuk, saiki nyembur arupa lumpur panas kanthi volume semburan 126.000 m3 sedina. Maneka cara wis dicoba kanggo ngendheg sumembure lumpur iku. Ajaa kok kasil, kang tuwuh malah panyana yen semburan iku ora mungkin bisa diendheg, kejaba yen wis wayahe mandheg dhewe –miturut pangira-irane Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bisa uga 31 taun engkas.
Sawatara wektu kepungkur JB wawancara karo Ir. Eko Teguh Paripurno MSc (ET), Kepala Pusat Studi Manajemen Bencana kang uga dhosen Teknik Geologi lan Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jogjakarta ngenani kedadeyan kasebut:
JB: Pak ET, sakjane apa kang nyebabake dumadine bencana semburan iku?
ET: Bencana (disaster) bisa kedadeyan yen faktor ancaman (hazard), pemicu (trigger), kerentanan (vulnerability) muncul bareng, lan masyarakat sarta sistem sosial ing kono ora bisa ngelola ancaman kasebut kanthi becik. Kang perlu ditandhesake, kabeh bencana ora bisa dipisahake karo faktor-faktor kasebut, ditambah faktor siji engkas yaiku resiko (risk), kang mesthi muncul bareng nyebabake masalahe dadi kompleks.
Jroning bencana Sidoarjo kuwi, proses pengeboran eksplorasi Banjar Panji 1 mujudake pemicu orde kapisan sing nyebabake semburan saka bawah tanah (underground blow-out). Cathetan-cathetan kronologi pengeboran nuduhake wis tau ana kedadeyan kick, loss, well killing, tight-hole, lan liya-liyane kang kurang sampurna anggone ngawekani.
Ora stabile tekanan bawah permukaan kasebut mujudake pemicu orde kapindho kang nyebabake metune lumpur diapir saka kedalaman 6.000-9.000 kaki, liwat retakan-retakan ing zona patahan Porong kang ana ing sakitere. Pemicu kang nyebabake sumembure lumpur iki sabanjure ngowahi status gunung lumpur (mud volcano) ing kono, kang maune lagi arupa ancaman, saiki maujud dadi bencana temenan.
JB: Kepriye struktur lapisan bumi ing kono?
ET: Ana kedalaman samono kuwi, padha karo dhaerah sakitere ing pesisir lor Jawa, strukture dumadi saka batu gamping lan lempung.
JB: Apa kandhutane lumpur kuwi? Apa padha karo lava gunung api kae?
ET: Aktivitas semburan kaya ing Sidoarjo kuwi dikenal minangka aktivitas pembentukan gunung lumpur (mud volcano). Ning ora padha lo karo proses pembentukan gunung api (volcano). Mud volcano ngetokake lumpur menyang lumahing bumi, volcano ngetokake magma menyang permukaan.
Lumpur kasebut asale saka batuan sedimen, endapane pesisir lan danau jaman purba kang kapendhem, sabanjure kasurung metu. Kandhutane, material organik kang lembut kaya lempung lan kacampuran banyu. Beda karo lava sing mujudake batuan beku saka endapane aktivitas gunungapi.
Dinuga, lumpur panas iki asale saka sistem patahan murni. Ning bisa wae sistem patahan kasebut banjur nyambung menyang sistem gunungapi sing cedhak. Kanggo ngawruhi lumpur panas iki ana hubungane karo sistem gunung api apa ora, bisa diwawas saka panase, kandhutan minerale, lan uga papane.
Panase lumpur Sidoarjo watara 60-800 C. Iki luwih panas dibandhing sumber banyu panas ing Parangwedang, Yogyakarta sing udakara 30-400 C, ning luwih adhem dibandhing sumber banyu panas sing pancen saka aktivitas gunung api, yaiku ing Cisukarame, Gunung Halimun, Jawa Barat, sing panase 900 C.
Kandhutan H2S jroning lumpur kasebut bisa asal saka aktivitas gunung api/panas bumi, nanging bisa uga saka pemisahan karbonat. Mung yen kandhutane dhuwur, pantes dinuga asal saka aktivitas gunung api.
Dene yen ndeleng lokasine, sumur Banjarpanji iki dununge 25 km saka gunung Welirang. Ing papan-papan liya, umume sumber banyu panas dununge 15-20 km saka gunung api. 25 km kena diarani isih jroning “batas toleransi”.
JB: Pak ET, apa kedadeyan mangkene iki sadurunge wis tau ana ing negarane dhewe?
ET: Ana! Bledhug Kuwu ing Purwodadi, Grobogan, kae iya mud volcano aktif kaya ing Sidoarjo iki. Dene sing wis ora aktif maneh bisa kita lacak tilase ing Sangiran, Tuban, Mojokerto, Bangkalan, lan Gununganyar, Surabaya. Bisa katitik saka sumebare material lumpur, sing ora cocok karo batuan/material liyane kang ana sakitere kono.
Proses semburan lumpur kuwi bakal terus dumadi nganti lumpure entek. Bisa wae lumpur ing Sidoarjo iku mengkone dadi mud volcano aktif kaya Bledhug Kuwu.
JB: Nuwun sewu Pak ET, apa sebabe semburan lumpur kuwi kok durung ana tandha-tandha arep mendha, malah sajak tansaya ndadra?
ET: Sadurunge ngendhaleni sawijining ancaman, luwih dhisik kudu dimangerteni apa kang dadi ancaman satenane. Saya dimangerteni ancamane, tindakan kang ditempuh saya mikolehi. Suwalike yen sumbere ancaman kurang kinawruhan, tindakan kanggo ngawekani ancaman mau uga kurang mikolehi.
Tindakan nutup sumur lan masang snubbing unit kang ora kasil nuduhake yen kita durung bisa mahami sumber ancaman mau kanthi becik.
Ana sawetara bab kang durung dimangerteni saka semburan lumpur iki, yaiku, pira volume maksimum lumpur kang bisa diwetokake. Volume maksimum iki ana sesambungane karo gedhene “kantung lapisan geologi” sing nyimpen lumpur kasebut, hubungane karo lapisan liya, sarta ana apa orane ilen-ilen saka kantung-kantung liyane.
JB: Mengko gek bumi dhaerah Porong lan sakitere ambles?
ET: Jan-jane semburan lumpur iki mujudake proses pindhahe massa lumpur saka jero menyang lumahing bumi merga kena tekanane massa batuan sing ana dhuwure. Lha sepira jerone amblese mengko, gumantung marang sepira kandele lapisan lempunge, sarta kepriye bentuke struktur patahan ana kono.
Yen disajajarake karo sumur Porong 1 ing sisihe, amblese mengko paling jero 200 meter. Dene kecepatane ambles gumantung marang sepira gedhene blok massa batuan sing nindhihi mau, lan sepira gedhene semburan. Saya gedhe blok sing nindhihi ateges saya kuwat tekanane, saya gedhe semburane, lan saya cepet amblese. Ning sacara alamiah areal sing ambles mau bakal diisi dening massa lumpur sing muncul saka jero bumi.
 YEN ing kampungku ana jeneng Bu Guru, sing dimaksud mesthi Bu Warsini garwane Pak Marno. Bu Warsini ora dadi guru, nanging dadi bojone Pak Marno sing dadi guru SD. Malah Bu Ratmi, Bu Jamilah sing ngasta dadi guru wae ora diundang tau Guru. Undang-undangane ya mung Bu Ratmi, Bu Jamilah ngono wae. Semono uga Bu Tarmi lan Bu Kasmi sing kakunge uga ngasta dadi Guru, undang-undangane ya ora Bu Guru, nanging mung Bu Tarmi lan Bu kasmi ngono wae.
Dadi yen ana wong ngomong Bu Guru, sing dikarepke mesthi Bu Warsini iku. Amarga ing kampungku sing dadi guru dhisik dhewe ya mung Pak Marno sing saiki wis pensiun iku. Senajan Pak Marnowis pensiun, Bu Warsini isih tetep diundang Bu Guru.
Njur apa critane Bu Guru, ya Bu Warsini iku? Critane Bu Guru iku ora duwe anak lanang. Nalika semana, anake lima wadon kabeh. Mangka jaman saiki anak lima iku ya wis kepetung akeh. Mula Pak Marno tansah ngandhani marang garwane iku, supaya melu ka-be. Yen manut istilahe Pak Wisnu, ka-be iku yen dijawakake dadi keluwarga rinancang. Nanging Bu Guru kipa-kipa ora gelem, amarga isih kepengin duwe anak lanang, Nganti Pak Marno judheg.
“0, alah Bu, mbok wis trima. Wong anakmu ya wis lima ngono. Mengko yen wis padha duwe jodho, kowe rak ya duwe anak lanang ta? Senajan mung anak mantu, rak ya padha wae ta; kuwi ya anakmu.”
“Ya beda Pak, anak mantu kok karo anak leh mbrejelke dhewe…”
“Bedane nggon ngendi? Apa yen anak mantu kuwi ora gemati? Akeh lho Bu contone, anak mantu utawa anak angkat kuwi malah luwih ngerti marang wong tuwa! Coba kae, Parmanto anak angkate Pak dhe Sastro kae, pendhak sasi sowan nggawa gula teh; isih oleh-oleh bandeng, endhog; mangka mengko yen mulih isih ninggali dhuwit. Balik anak-anake, endi sing ngerti karo wong tuwa? Mara pendhak bakda wae sok-sok ora?!”
“Embuh gemati embuh ora, ngerti karo wong tuwa apa ora, nanging rasane ora kaya yen duwe anak lanang dhewe, pak! Bisa dipamerke marang liyan gilo iki anakku sing lanang sing nggantheng, ah pokoke aku isih kepengin duwe anak lanang!”
“Ya uwis yen ora kena takkandhani. Wong dieman kok ora kena. Kudune kowe kuwi wis leren ora nglairake…..”
Aja maneh kok Pak Marno sing bojone Bu Guru, senajan Pak Ketua RT, Pak Ketua RW, apadene pak Bayan; kabeh padha nganjurake melu ka-be. Nanging Bu Guru tetep mbeguguk nguthawaton, ora gelem melu ka-be. Pak Marno ganti pekewuh saben-saben diparani perangkat kelurahan iku. Sidane bojone direpa-repa.
“Ya manuta pemerintah ta Bu, melua ka-be….”
“Wegah! Wegah tenan aku pak! Wong diaturi aku iki isih kepengin duwe anak lanang, kok dikon ka-be; pokoke aku gemang!”
“Mengko dhisik ta, aku iki ora malangi kekarepanmu duwe anak lanarg, nanging aja mbangkang dhawuhe pemerintah ngono kuwi….”
“Lha trus piye, nek ora oleh mbangkang?”
“Dhaftarna ka-be nyang Bu Bidan, mengko njupuka pil wae! Mbokpangan pile ya kena, ora ya kena! Ning ketoke rak wis melu kabe, ngono lho karepku!”
“Dadi saben sasi mengko aku nyadhong jatah pil?”
“Ha iya! Bu Bidan rak ngira yen kowe wis melu ka-be tenan.”
“Ya wis, nek ngono aku ngalah. Ning aku aja mbokpeksa melu ka-be tenan lho, Pak!”
“Ora-ora! Aku ora arep meksa. Kowe melu ka-be temenan kanthi kesadharan, aku malah seneng, ora arep meksa…:’
Bu Guru mencep krungu tembunge sing lanang mengkono iku.Sidane Bu Guru dhaftarake melu kabe temenan. Nanging mung ethok-ethokan. Saben sasi nyadhong jatah pil ka-be ing omahe Bu Bidan. Nanging pil cadhongan iku ora tau dipangan, nanging mung ditumpuk ing laci mejane. Bu Bidan ngira Bu Guru iku wis melu kabe temenan. Nyatane nganti wektu nem sasi Bu Guru durung katon ngandheg maneh.
Nanging sakbubare kuwi, Bu Guru wis ora nyadhong jatahe pil kabe maneh. Malah wis telung sasi dheweke ora ngaton ing omahe Bu Bidan. Mula Bu Bidan meneng-meneng mbatin marang Bu Guru. Ya gene garwane Pak Marno iku ora njaluk jatah maneh. Mula nalika pertemuan PKK, bab iku ditakokake marang Bu Guru.
“Bu Guru kok sakmenika mboten mendhet jatahipun pil kabe?”
Karo klimputan Bu Guru wangsulan setengah bisik-bisik. Ngapunten Bu Bidan, kula kebobolan malih. Kesupen mboten nedha pil tigang dinten, lha kok ngandheg malih,….”
“Wooo…,ngaten ta?” Bu Bidan mlenggong semu maido.
“Kula rumiyin rak sampun matur, menawi kesupen mboten dhahar pil ka-be, pendhak dintenipun dipundhobeli….”
“Wong kemutan-kemutan sampun tigang ndinten kok, Bu! Dospundi malih?!
Nanging Bu Bidan ora arep ndedawa crita, malah batine – priksa karepmu, ora mriksakake ya sakkarepmu-, akibate mboktanggung dhewe.
Nyatane sajerone ngandheg sangang sasi Bu Guru mung mriksakake kaping pindho. Mula ora mokal yen anggone nglairake rada rekasa. Bu Bidan ora saguh nangani. Sidane Bu Guru digawa menyang rumah sakit, amarga mung dhokter sing keconggah nangani.
Diinfus nganti ngentekake pirangpirang botol, parandene bubar nglairake meksa katon nglentrih tanpa daya amarga kentekan tenaga. Malah kober ora eling barang. Tujune isih bisa dislametake. Ya mung rada akeh wragad sing kudu diwetokake.
“Putra njenengan estri,” ngendikane dhokter ngandhani.
Sing dikandhani ora wangsulan. Mripate kethap-kethip. Ngertia yen anake iku bakal metu wadon maneh, athuka dheweke rak melu ka-be temenan, ora ethokethokan kaya dhek emben. Bu Guru gegetun, nanging wis kebacut.
Sidane kanthi kesadharan dheweke njaluk disteril pisan. Bu Guru lagi pasrah marang panguasane Sing Maha Kuwasa sing nakdirake dheweke ora duwe anak lanang. Bu Guru wis bisa mupus.
Saiki pepenginane duwe anak lanang genti malih dadi kepengin duwe putu lanang, amarga anake mbarep wis omah-omah taun kepungkur. Mula pepenginane iku dikandhakake marang Ndari sing cekel gawe dadi guru SD.
“Aku wis trima kok Ndhuk ora diparingi anak lanang! Ning mugamuga wae anakmu mbarep iki mbesuk metu lanang…”
“Ah, Ibuu….’ wong kula kepengine anak estri kok!”
“Sebabe?”
“Ha inggih, anak estri menika umumipun mboten nakal. Umur nem taun sampun saged dipunkengken…Yen anak lanang?”
“Nanging ora kaya nek anak wadon duwe, anak lanang ya duwe. Gandheng anakku nenem wis wadon kabeh, sirku anakmu kuwi tak suwun metua lanang; ngono lho!”
“Ha-ha-haa, Ibu ki aneh! Wong kula sing arep diparingi momongan, kok njenengan sing nyuwun!”
“Witikna, anak nenem wadon kabeh;lumrah ta nek njur kepengin putu lanang?”
“Nggih mugi-mugi kadumugen kepengin panjenengan, Bu!”
Ndari – bbarepe Bu Guru iku – ngalahi rembug. Nanging batine tetep kepengin duwe anak wadon.
Temenan. Bareng jabang bayi lair, jebul metu wadon. Ndari rumangsa lega dene anake mbarep metu wadon temenan. Kosok baline Bu Guru sing mbrabak arep nangis. Kaningaya temen uripku! Kepengin duwe anak lanang ora klakon, ngarep-arep putu lanang, jebul malah wadon maneh.
Putune Bu Guru wis umur telung taun. Wong wadon iku gemati banget marang putune iku. Senajan wadon, rasane beda momong anak karo momong putu. Seminggu wae ora weruh putune, mesthi wis mara niliki. Malah nganti kepara nglalekake marang anak-anak liyane. Kala mangsane padha diece dening anak-anake.
“Ibu ki jare ora seneng putu wadon, ewadene kok kaya ora ana dina gothang, mesthi niliki putune….” ature anake ragil.
“Hus, kowe kuwi durung ngrasakake duwe putu, coba mbesuk yen wis diundang Mbah kakung, rasakna!”
Yen wis ngrembug prekara putu, banjur mrembet-mrembet tekan ngendi-endi. Pak Marno barang sok melu nimbrung rembug. Geguyonan ngono iku dadi kerep kedadeyan. Bu Guru dikroyok anak-anake lan bojone. Malah Pak Marno sing pinter dhewe mbebeda.
“Yen manut ramalanku, anake Ndari sing nomer loro iki metu lanang bakale. Kowe nadhzar apa, Bune?” kandhane Pak Marno.
“Embuh Pak, ora nggagas putu lanang! Wedok ya ben, lanang ya ben!” wangsulane Bu Guru nyenthe-nyenthe, jalaran rumangsa dibebeda dening bojone.
“Wong ditakoni apik-apik, kok wangsulane kaya ngono “
Sauntara iku ana nom-noman mudhun saka sepedha motor, sajake kongkonane Ndari anake wadon. Mlebu ngomah langsung kandha.
“Nyaosi priksa, Mbak Ndari babaran!”
“Hah, Ndari nglairake, lanang pa wadon?”
“Jaler!”
Krunqu anake Ndari lanang, sakala Bu Guru lunjak-lunjak karo nangis ngguguk. Lagi iki pepenginane duwe putu lanang kelakon.*

Jumat, 07 Juni 2013


Sejarah Masuknya Islam di Nusantara

Menurut satu pendapat Agama Islam masuk di Nusantara sekitar abad VII dan VIII masehi. Hal ini didasarkan kepada berita cina yang menceritakan renacana serangan orang-orang Arab. Dinasti Tang di Cina juga memberitakan bahwa di Sriwijaya sudah ada perkampungan muslim yang mengadakan hubungan dagang dengan cina. Pendapat lainnya mengatakan bahwa Islam masuk di Nusantara pada abad ke 13, hal ini di dasarkan pada dugaan keruntuhan Dinasti Abasiyah (1258 M), berita Marcopolo (1292 m), batu nisan Sultan Malik As Saleh (1297), dan penyebaran ajaran tasawuf.

 Secara agraris letak kepulauan Indonesia sangat startegis karena diapit oleh dua benua, yakni Benua Australia dan Benua Asia. Selain itu tanah Indonesia yang sangat subur mudah ditanami berbagai jenis tanaman seperti rempah-rempah. Agama Islam masuk di nusantara dibawa oleh para pedagang muslim melalui dua jalur, yaitu jalur utara dan jalur seletan. Melalui jalur  utara dengan rute : Arab (Mekah dan Madinah) – Damaskus – Bagdad – Gujarat (pantai barat India) – Nusantara. Melalui jalur  selatan dengan rute : Arab (Mekah dan Madinah) – Yaman -  Gujarat (pantai barat India) –  Srilangka – Nusantara.

Cara penyebaran Islam di Nusantara dilakukan melewati berbagai jalan diantaranya adalah          :
1.   Perdagangan
Para pedagang muslim yang berasal dari Arab, Persia, dan India telah ikut ambil bagian dalam lalu lintas perdagangan yang menghubungkan Asia Barat, Asia Timur, dan Asia Tenggara pada abad ke-7 samapai abad ke 16. Para pedagang muslim itu akhirnya singgah juga di Indonesia , dan ternyata yang mereka lakukan bukan hanya berdagang, tetapi juga berdakwah dan menyebarkan agama Islam. Saat berdagang mereka menunjukan pribadi muslim yang baik, berbudi luhur, jujur, amanah, dan dapat dipecaya. Hal tersebut menjadi daya tarik yang utama sehingga banyak orang yang sukarela masuk Islam tanpa paksaan.


2. Hubungan Sosial
Para mubaligh yang menyebarkan Islam di nusantara ternyata tidak hanya aktif berdagang, merekapun aktif dalam  kegiatan  sosial yang ada di lingkungan  mereka tinggal, bahkan sebagain dari mereka ada yang menetap di lingkungan tersebut karena mereka menikah dengan penduduk setempat. Banyak hal yang dilakukan para mubaligh  dalam kegiatan kemasyarakatan, merekapun mengajarkan tentang persamaan hak tidak ada perbedaan satu sama lainnya karena  kemulaian manusia tidak ditentukan oleh kastanya kecuali karena ketaqwaannya kepada Allah. Islam mengajarkan agar umatnya saling membantu, yang kaya membantu yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, dan sebagainya. Sehingga dengan ajarann ini menyebabkan Islam semakin mudah diterima masyarakat karena ajrannya sangat luhur.






3. Pendidikan dan Pengajaran
Ajaran Nabi Muhammad SAW. Tentang “Sampaikanlah dariku walau  hanya satu ayat”, menjadi motivator para mubaligh Islam pada saat itu untuk  semakin bersemangat menyempaikan ajaran Islam. Disetiap kesempatan para mubaligh menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat sekitar melalui pendidikan dan pengajaran dengan menggunakan mushala, rumah salah seorang warga, bahkan tempat terbuka seperti di bawah pohon rindang sebagai tempat untuk menyampaikan dakwahnya.

4. Penyebaran Islam oleh Wali
Penyebaran agama islam khususnya di Jawa  dikembangkan oleh sejumlah wali. Wali adalah seseorang yang mempunyai kepribadian baik dan dianggap dekat dengan Allah SWT. Serrta mempunyai kemampuan atau kekuatan yang tidak dimiliki oelh manusia biasa. Berikut ini diantara wali songo yang berperan dalam menyiarkan dan mengembangkan agama islam.
a.    Sunan Gresik, nama aslinya Maulana Malik Ibrohim.Wafat pada tanggal 12   Rabiul awal 822/8 April 1481. kajian dakwahnya denga berdagang.
b.    Sunan Ampel, nama aslinya Raden Rahmat. Lahir di Campa, Aceh th 1401 dan wafat di Ampe, Surabaya h 1481. kajian dakwahnya berawal dengan membangun pesantren.
c.     Sunan Giri, naa aslinya Raden Paku. Lahir di Blambangan pada pertengahan abad ke-15 dan wafat di Giri th 1506. kajian dakwahnya bersisfat permainan yang berjiwa agama.
d.    Sunan Bonang, nama aslinya Raden Maulaa Makhdum Ibrahim. Lahir di Aampel Denta, surabaya th 1464 dan wafat di Tuban pada th 1525. Kajian dakwahnya dengan jalan seni.
e.     Sunan Drajat, nama aslinya Masih Munat. Lahir di Ampel Denta, Surabaya sekitar tahun 1470 dan wafat di Sedayu, Gresik pertengahan abad ke-16. kajian dakwahnya bersifat sosial.
f.      Sunan Gunung Jati, nama aslinaya Syarif Hidayatullah. Lahir di Mekkah pada th 1448 dan wafat di Gunng Jati, Cirebon, Jawa Barat th 1570. Kajian dan dakwahnya dengan politi dan sosial.
g.    Sunan Muria, nama aslinya Umar Said atau Raden Sahid. Lahir pada abad ke-15 dan wafat pada abad ke-16. Kajian dakwahnya dengan mengadakan kursus-kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat biasa.
h.    Sunan Kudus, nama aslinya Ja’far Sadiq. Lahir pada ke-15 dan wafat di Kudus th 1550. kajian dakwahnya dengan pendekatan kultural, yaitu menciptakan berbagai cerita keagamaan.

5. Beberapa Teori
TeoriGujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
a.                Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran
Islam di Indonesi
b.                Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia – Cambay – Timur Tengah – Eropa.
c.                 Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaranIslam.

TeoriMakkah

Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat. Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir). Dasar teori ini adalah:
a.                Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
b.                Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi’i, dimana pengaruh mazhab Syafi’i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
c.                 Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal
dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik
Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.

TeoriPersia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
a.                Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
b.                Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al – Hallaj
c.                 Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tandatanda
bunyi Harakat.
d.                Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
e.                 Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein
Jayadiningrat.

Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori  t tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke – 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).

6. Kerajaan islam di Indonesia 
a.  Kerajaan Samudra Pasai
Dikenal dengan Samudera Pasai atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatra, kurang lebih di sekitar kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Malik AS-Saleh, pada sekitar tahun 1267 dan berakhir dengan dikuasainya Pasai oleh Portugis pada tahun 1521. Raja pertama bernama Sultan Malik as-Saleh yang wafat pada tahun 696 H atau 1297 M, kemudian dilanjutkan pemerintahannya oleh Sultan Malik At-Tahrir. Kesultanan Samudera-Pasai juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah di Samudera pada tahun 1345. Ibn Batuthah bercerita bahwa Sultan Malik az-Zahir di negeri Samatrah menyambutnya dengan penuh keramahan. Menurut Ibn Batuthah, penduduk Samatrah (Samudera) menganut mazhab Syafi`i. Belum begitu banyak bukti dan berita tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah.

b.  KerajaanAceh
Berdiri menjelang keruntuhan dari Samudera Pasai yang pada tahun 1630 ditaklukkan oleh Majapahit hingga kemundurannya di abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh) dengan sultan pertamanya adalah Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan pada pada Ahad, 1 Jumadil awal 913 H atau pada tanggal 8 September 1507. Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

c.   KerajaanDemak

Kerajaan islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) dari kerajaan Majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kerajaan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Masjid Agug Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai "Demak Bintara". Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto").

d.  KerajaanBanten
Berawal ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati dari Cirebon dibantu pasukan Demak menduduki pelabuhan Banten, salah satu dari pelabuhan Kerajaan Sunda, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Cirebon dan Demak. Menurut sumber Portugis, sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan utama Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang, Cigede, Tamgara (Tangerang), Sunda Kelapa dan Cimanuk.

e.   KerajaanPajang
adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa temgah sebagai kelanjutan Kerajaan Demak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Surakarta. Menurut naskah babad, Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang bernama Raden Kebo Kenanga, bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kerajaan Demak. Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak. Putranya yang bergelar Jaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi keDemak. Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana, dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten), Tingkir (daerah Salatiga), Butuh, dan sekitarnya.
Sepeninggal  tahun 1546, Sunan Prawata naik takhta, namun kemudian tewas dibunuh sepupunya, yaitu Arya Panangsang bupati Jipang tahun 1549. Setelah itu, Arya Panangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya namun gagal. Dengan dukungan Ratu Kalinyamat (bupati Jepara putri Sultan Trenggana), Hadiwijaya dan para pengikutnya berhasil mengalahkan Arya Panangsang. Ia pun menjadi pewaris takhta Kerajaan Demak, yang ibu kotanya dipindah ke Pajang.

f.    KerajaanMataramIslam
adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Agene Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kerajaan Pajang, berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan. Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya. Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini, seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta, sistem persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang.

g.  KerajaanGowa
Kerajaan Gowa atau kadang ditulis Goa, adalah salah satu kerajaan besar dan paling sukses yang terdapat di daerah Sulawesi Selatan. Rakyat dari kerajaan ini berasal dari Suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya. Kerajaan ini memiliki raja yang paling terkenal bergelar Sultan Hasanuddin, yang saat itu melakukan peperangan yang dikenal dengan Perang Makassar (1666-1669) terhadap VOC yang dibantu oleh Kerajaan Bone yang dikuasai oleh satu wangsa Suku Bugis dengan rajanya Arung Palalaka Perang Makassar bukanlah perang antarsuku karena pihak Gowa memiliki sekutu dari kalangan Bugis; demikian pula pihak Belanda-Bone memiliki sekutu orang Makassar. Perang Makassar adalah perang terbesar VOC yang pernah dilakukannya di abad ke-17.

h.  .KerajaanTernate
Kerajaan Gapi atau yang kemudian lebih dikenal sebagai Kerajaan Ternate (mengikuti nama ibukotanya) adalah salah satu dari 4 kerajaan Islam di Maluku dan merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Didirikan oleh Baab Mashur Malamo pada 1257. Kesultanan Ternate memiliki peran penting di kawasan timur Nusantara antara abad ke-13 hingga abad ke-17. Kesultanan Ternate menikmati kegemilangan di paruh abad ke -16 berkat perdagangan rempah-rempah dan kekuatan militernya. Di masa jaya kekuasaannya membentang mencakup wilayah Maluku, Sulawesi utara, timur dan tengah, bagian selatan kepulauan Filipina hingga sejauh Kepulauan Marshall di pasifik.

i.    KerajaanTidore
Kerajaan Tidore adalah Kerajaan islam yang berpusat di wilayah KOta Tidore, Maluku Utara, Indonesia sekarang. Pada masa kejayaannya (sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18), kerajaan ini menguasai sebagian besar Halmahera selatan, Pulau Bone, Ambon, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat.
Pada tahun 1521, Sultan Mansur dari Tidore menerima Spanyol sebagai sekutu untuk mengimbangi kekuatan Kerajaan Ternate saingannya yang bersekutu dengan Portugis.